Setelah menjalani Perkuliahan
biologi sel beberapa minggu yang lalu, saya menyimpulkan ada beberapa point
penting tentang Sel eukariotik dan prokariotik. Berikut ini uraiannya:
1. Sel Prokariotik
Sel prokariotik merupakan tipe sel yang tidak
memiliki sistem endomembran sehingga sel tipe ini memiliki materi inti yang
tidak dibatasi oleh sistem membran, tidak
memiliki organel yang
dibatasi oleh sistem membran. Sel prokariotik terdapat pada bakteri dan ganggang
biru.
Pada sel prokariota (dari bahasa Yunani, pro,
'sebelum' dan karyon, 'biji'), tidak ada membran yang memisahkan DNA dari bagian sel lainnya, dan daerah tempat DNA terkonsentrasi di
sitoplasma disebut nukleoid. Kebanyakan prokariota merupakan organisme uniseluler dengan sel berukuran kecil (berdiameter
0,7–2,0 µm dan volumenya sekitar 1 µm3) serta umumnya
terdiri dari selubung sel, membran sel, sitoplasma, nukleoid, dan beberapa
struktur lain.
Hampir semua sel prokariotik memiliki selubung sel di
luar membran selnya. Jika selubung tersebut mengandung suatu lapisan kaku yang
terbuat dari karbohidrat atau
kompleks karbohidrat-protein, peptidoglikan, lapisan
itu disebut sebagai dinding sel. Kebanyakan
bakteri memiliki
suatu membran luar yang menutupi lapisan peptidoglikan, dan ada pula bakteri
yang memiliki selubung sel dari protein. Sementara
itu, kebanyakan selubung sel arkea berbahan
protein, walaupun ada juga yang berbahan peptidoglikan. Selubung sel prokariota
mencegah sel pecah akibat tekanan osmotik pada
lingkungan yang memiliki konsentrasi lebih
rendah daripada isi sel.
Sejumlah prokariota memiliki struktur lain di luar
selubung selnya. Banyak jenis bakteri memiliki lapisan di luar dinding sel yang
disebut kapsul yang membantu sel bakteri melekat pada permukaan benda
dan sel lain. Kapsul juga dapat membantu sel bakteri menghindar dari sel kekebalan tubuh manusia
jenis tertentu. Selain itu, sejumlah bakteri melekat pada permukaan benda dan
sel lain dengan benang protein yang disebut pilus (jamak:
pili) dan fimbria (jamak: fimbriae). Banyak jenis bakteri bergerak
menggunakan flagelum (jamak:
flagela) yang melekat pada dinding selnya dan berputar seperti motor.
Prokariota umumnya memiliki satu molekul DNA dengan
struktur lingkar yang terkonsentrasi pada nukleoid. Selain itu, prokariota
sering kali juga memiliki bahan genetik tambahan yang disebut plasmid yang juga
berstruktur DNA lingkar. Pada umumnya, plasmid tidak dibutuhkan oleh sel untuk
pertumbuhan meskipun sering kali plasmid membawa gen tertentu yang memberikan
keuntungan tambahan pada keadaan tertentu, misalnya resistansi terhadap antibiotik.
Prokariota juga memiliki sejumlah protein struktural
yang disebut sitoskeleton, yang pada
mulanya dianggap hanya ada pada eukariota. Protein
skeleton tersebut meregulasi pembelahan sel dan
berperan menentukan bentuk sel.
2. Sel Eukariot
Sel eukariotik
merupakan tipe sel yang memiliki sistem endomembran. Pada sel
eukariotik, inti tampak jelas karena dibatasi oleh sistem membran. Pada
sel ini, sitoplasma
memiliki berbagai jenis organel seperti antara lain: badan
Golgi, retikulum endoplasma (RE), kloroplas (kuhusus pada
tumbuhan), mitokondria, badan
mikro, dan lisosom.
Gambaran umum sel tumbuhan.
Gambaran umum sel hewan.
Tidak seperti prokariota, sel eukariota (bahasa Yunani, eu,
'sebenarnya' dan karyon) memiliki nukleus. Diameter
sel eukariota biasanya 10 hingga 100 µm, sepuluh kali lebih besar daripada
bakteri. Sitoplasma eukariota
adalah daerah di antara nukleus dan membran sel. Sitoplasma
ini terdiri dari medium semicair yang disebut sitosol, yang di
dalamnya terdapat organel-organel dengan
bentuk dan fungsi terspesialisasi serta sebagian besar tidak dimiliki
prokariota.. Kebanyakan
organel dibatasi oleh satu lapis membran, namun ada pula yang dibatasi oleh dua
membran, misalnya nukleus.
Selain nukleus, sejumlah organel lain dimiliki hampir
semua sel eukariota, yaitu (1) mitokondria, tempat
sebagian besar metabolisme energi sel
terjadi; (2) retikulum endoplasma, suatu jaringan membran tempat sintesis glikoprotein dan lipid; (3) badan Golgi, yang
mengarahkan hasil sintesis sel ke tempat tujuannya; serta (4) peroksisom, tempat
perombakan asam lemak dan asam amino. Lisosom, yang
menguraikan komponen sel yang rusak dan benda asing yang dimasukkan oleh sel,
ditemukan pada sel hewan, tetapi
tidak pada sel tumbuhan. Kloroplas, tempat
terjadinya fotosintesis, hanya
ditemukan pada sel-sel tertentu daun tumbuhan dan sejumlah organisme uniseluler. Baik sel tumbuhan maupun sejumlah eukariota
uniseluler memiliki satu atau lebih vakuola, yaitu
organel tempat menyimpan nutrien dan limbah serta tempat terjadinya sejumlah
reaksi penguraian.
Jaringan protein serat sitoskeleton
mempertahankan bentuk sel dan mengendalikan pergerakan struktur di dalam sel
eukariota.Sentriol, yang hanya
ditemukan pada sel hewan di dekat nukleus, juga terbuat dari sitoskeleton.
Dinding sel yang kaku,
terbuat dari selulosa dan polimer lain,
mengelilingi sel tumbuhan dan membuatnya kuat dan tegar. Fungi juga memiliki dinding sel, namun
komposisinya berbeda dari dinding sel bakteri maupun tumbuhan. Di antara
dinding sel tumbuhan yang bersebelahan terdapat saluran yang disebut plasmodesmata.
Sumber : http://id.wikipedia.org.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar